\_ _____/\_ ___ \ / | \\_____ \
| __)_ / \ \// ~ \/ | \
| \\ \___\ Y / | \
/_______ / \______ /\___|_ /\_______ /
\/ \/ \/ \/
.OR.ID
ECHO-ZINE RELEASE
04
Author: y3dips || y3dips@echo.or.id || y3d1ps@telkom.net
Online @ www.echo.or.id :: http://ezine.echo.or.id
== VIRUS Komputer ==
PENGANTAR
Saat Ini, pastilah kita semua selaku konsumen/pengguna jasa komputer dan
jaringan ( internet ) sudah sangat sering mendengar istilah ‘virus’ yang
terkadang meresahkan kita. Tulisan ini akan mengupas lebih jauh mengenai
virus, yang nantinya diharapkan dapat membuat kita semua mengerti dan
memahami tentang virus.
A.ASAL MUASAL VIRUS
1949, John Von Neuman, menggungkapkan " teori self altering automata "
yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.
1960, lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori
yang diungkapkan oleh john v neuman, mereka bermain-main dengan teori
tersebut untuk suatu jenis permainan/game. Para ahli tersebut membuat
program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program
buatan lawan.Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program
lain, maka akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya
menjadi permainan favorit ditiap-tiap lab komputer.semakin lama mereka
pun sadar dan mulai mewaspadai permainan ini dikarenakan program yang
diciptakan makin lama makin berbahaya, sehingga mereka melakukan
pengawasan dan pengamanan yang ketat.
1980, program tersebut yang akhirnya dikenal dengan nama "virus" ini
berhasil menyebar diluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di
dunia cyber.
1980, mulailah dikenal virus-virus yang menyebar di dunia cyber.
B.PENGERTIAN VIRUS
" A program that can infect other programs by modifying them to include
a slighty altered copy of itself.A virus can spread throughout a computer
system or network using the authorization of every user using it to
infect their programs. Every programs that gets infected can also act as
a virus that infection grows “
( Fred Cohen )
Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di
Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa
persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).
Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi
memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu
virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah,
memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini,
virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah
terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan
ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari
pembahasan mengenai virus ini.
C.KRITERIA VIRUS
Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar benar
virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :
1. Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
3. Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
4. Kemampuannya melakukan manipulasi
5. Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.
Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap
-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.
1.Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam
suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa
saja yang akan dia tulari,semisal virus makro yang akan menginfeksi semua
file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan
mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/
data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa
ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi
atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan
pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ) , sehingga apabila
komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program
bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .
2.Kemampuan memeriksa suat program
Suatu virus juga harus bias untuk memeriksa suatu program yang akan
ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia
harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum,
karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat
berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan
menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah
memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi
sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan
adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang
telah terinfeksi.
3.Kemampuan untuk menggandakan diri
Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus.
Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari
program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya
(baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya,
jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari
dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/ file tersebut,dan
seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program
yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk
menulari/ menggandakan dirinya adalah:
a.File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian
diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus
tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
b.Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung
menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program
yang ada.
4.Kemampuan mengadakan manipulasi
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus
menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam
mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan
untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini
memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System) ,
sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem
operasi. misal:
a.Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari
drive di pc
c.Memanipulasi program/file yang ditulari
d.Merusak program/file
e.Mengacaukan kerja printer , dsb
5.Kemampuan Menyembunyikan diri
Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua
pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.
langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:
-Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan
program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
-Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang
diperhatikan oleh komputer itu sendiri
-Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak
berubah ukurannya
-Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file
-dll
D.SIKLUS HIDUP VIRUS
Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:
o Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi
tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya
program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini
o Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau
ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap
program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut
(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)
o Trigerring phase ( Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa
kondisi seperti pada Dormant phase
o Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.
Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb
E.JENIS – JENIS VIRUS
Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Aku akan coba
memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran
di dunia cyber.
1.Virus Makro
Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis
dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa
pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila
aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada
komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada
komputer bersistem operasi Mac.
contoh virus:
-variant W97M, misal W97M.Panther
panjang 1234 bytes,
akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
-WM.Twno.A;TW
panjang 41984 bytes,
akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya
berekstensi *.DOT dan *.DOC
-dll
2.Virus Boot Sector
Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakan
dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program
booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori
dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar
(ex::monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar
eseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain
selain drive c).
contoh virus :
-varian virus wyx
ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;
panjang :520 bytes;
karakteristik : memory resident dan terenkripsi)
-varian V-sign :
menginfeksi : Master boot record ;
panjang 520 bytes;
karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)
-Stoned.june 4th/ bloody!:
menginfeksi : Master boot record dan floopy;
panjang 520 bytes;
karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan
pesan"Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali
3.Stealth Virus
Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal
dengan "Interrupt interceptor" . virus ini berkemampuan untuk mengendalikan
instruksi instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya
baik secara penuh ataupun ukurannya .
contoh virus:
-Yankee.XPEH.4928,
menginfeksi file *.COM dan *.EXE ;
panjang 4298 bytes;
karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu
-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth
dimasukkan pula disini), menginfeksi floopy an motherboot record;
panjang 520 bytes;
menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
-Vmem(s):
menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;
panjang fie 3275 bytes;
karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.
-dll
4.Polymorphic Virus
Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus,artinya virus ini selalu
berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah
strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.
contoh virus:
-Necropolis A/B,
menginfeksi file *.EXE dan *.COM;
panjang file 1963 bytes;
karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan
dapat berubah ubah struktur
-Nightfall,
menginfeksi file *.EXE;
panjang file 4554 bytes;
karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu,
terenkripsidan dapat berubah-ubah struktur
-dll
5.Virus File/Program
Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi,
baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi
dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.
6.Multi Partition Virus
Virus ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya
pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-
file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.
F.BEBERAPA CARA PENYEBARAN VIRUS
Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar,virus
computer dapat menyebar keberbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai
cara, diantaranya:
1.Disket, media storage R/W
Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk
dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya.
Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk
ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.
2.Jaringan ( LAN, WAN,dsb)
Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu
virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file/program
yang mengandung virus.
3.WWW (internet)
Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu ‘virus’ yang akan
menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.
4.Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan
Banyak sekali virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang di
sebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah
tertanam virus didalamnya.
5.Attachment pada Email, transferring file
Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment
dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk
berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan
seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.
G.PENANGULANGANNYA
1.Langkah-Langkah untuk Pencegahan
Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :
o Gunakan Antivirus yang anda percayai dengan updatean terbaru, tdak
perduli appun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect
o Selalu men-scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan,
mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus anda
bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.
o Jika Anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan
Antivirus anda dengan Firewall, Anti spamming, dsb
2.Langkah-Lagkah Apabila telah Terinfeksi
o Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket,
jaringan, email dsb, jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda
mengisolasi computer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable
dari control panel)
o Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda,
dengan cara:
- Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb
- Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat Autoprotect berjalan
berarti vius definition di computer anda tidak memiliki data virus ini,
cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk
anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdatenya
maka ,upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus
updatean terbaru.
o Bersihkan, setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan
segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs
-situs yang memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus
update-an terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.
o Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat
ulang komputer anda .
PENUTUP
Semoga pembahasan mengenai Virus ini dapat memberikan manfaat khususnya
bagi penulis yang sedang belajar dan bagi kita semua umumnya, Tulisan
ini ditujukan untuk pembelajaran semata sehingga sangat diharapkan kritik
dan sarannya. Apabila banyak kekurangan pada tulisan ini harap dimaklumi.
REFERENSI
1.[ Stallings, William ],“CRYPTOGRAPHY AND NETWORK SECURITY,principle
and practice: second edition ” ,Prentice-Hall,Inc., New Jersey ,1999
2.[ Salim, IR.Hartojo ],“Virus Komputer, teknik pembuatan & langkah-
langkah penaggulangannya ,Andi OFFSET,Yogyakarta , 1989.
3.[ Amperiyanto, Tri ],“Bermain-main dengan Virus Macro”,Elex Media
Komputindo, Jakarta,2002
4.[ Jayakumar ], “ Viruspaperw.pdf ”, EBOOK version
5.[ y3dips ],“pernak pernik Virus”,http://ezine.echo.or.id,Jakarta,2003
6.“ Virus Definition dari salah satu Antivirus ”
*greetz to:
[echostaff a.k.a moby, the_day, comex ,z3r0byt3 ,netrat] && puji*
anak anak newbie_hacker,$peci@l temen2 seperjuangan
kirimkan kritik && saran ke y3dips[at]echo.or.idKamis, 14 Oktober 2010
Jenis Virus Komputer
[Saturday, October 31, 2009 | 3 comments ]
Tahun 2009 belum abis, tapi sudah banyak software antivirus 2010. Toptenreviews.com pun dengan rajinnya melakukan benchmarking tiap - tiap produk dan mengklasifikasikannya ke dalam peringkat. Berikut peringkatnya:Peringkat 1 : BitDefender Antivirus (www.bitdefender.com)
Peringkat 2 : Kaspersky Anti-Virus (www.kaspersky.com)
Peringkat 3 : Webroot Antivirus with Spysweeper (www.webroot.com)
Peringkat 4 : ESET Nod32 (www.eset.com)
Peringkat 5 : F-Secure Anti-Virus (www.f-secure.com)
Peringkat 6 : AVG Anti-Virus (www.avg.com)
Peringkat 7 : McAfee VirusScan (www.mcafee.com)
Peringkat 8 : G DATA Antivirus (www.gdatasoftware.com)
Peringkat 9 : Norton AntiVirus (www.symantec.com)
Peringkat 10: Trend Micro (www.trendmicro.com)
Konfigurasi Wireless di Mikrotik sbg Router & Wds
I. PENDAHULUAN
a. Topologi Wireless sebagai Router

b. Topologi Wireless sebagai WDS

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak aplikasi. Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang erbeda-beda.
Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.
II. ALAT
1. 2 Antenna grid yang masing-masing sudah tersambung ke router board mikrotik menggunakan kabel coaxial
2. Ligthning Protector
3. Ligthning protector Arrester
4. Power Over Ethernet
5. Mounting
6. AC adaptor
7. RJ45 Injector
8. Kabel UTP
III. TOPOLOGI
a. Topologi Wireless sebagai Router

b. Topologi Wireless sebagai WDS

IV. LANGKAH KONFIGURASI & PENGUJIAN
a.Konfigurasi Wireless Sebagai Router
a) Konfigurasi AP
1. Beri ip address pada interface wlan 1 seperti gambar di bawah ini.
IP Address = 10.1.3.1/24
Interface = wlan1

1. Begitu juga pada interface ether1. IP Address = 10.2.200.8/24 Interface = ether1

1. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.
2. Kemudian setting Mode = ap bridge, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface, seperti gambar dibawah ini.

1. Kemudian buat routing agar dapat terkoneksi ke stasion, seperti gambar dibawah ini.

Untuk melihatnya ketikan perintah print pada ip route, seperti gambar dibawah ini.

b) Konfigurasi Stasion
1. Sama halnya seperti pada AP, beri ip pada interface ether1 dan wlan1 seperti gambar dibawah ini.
- IP Address = 10.1.3.2/24 interface = wlan1

- IP Address = 10.1.200.1/24 interface = ether1

2. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.
3. Kemudian setting Mode = stasion, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface, (SSID dan frekuensi harus sama dengan AP) seperti gambar dibawah ini.

4. Buat routing dari stasion seperti gambar dibawah ini.

5. Lakukan perintah print pada ip route untuk melihat tampilannya.

c) Pengujian
1. Pengujian dapat dilakukan dengan cara uji koneksi dengan perintah ping dari router AP ke station atau dari stasion ke AP

Ping dari AP ke PC client Stasion
Ping dari pc client AP ke pc client Sta

Ping dari Stasion ke AP & pc client AP
Ping dari pc client stasion ke AP & pc client AP pc client AP



b.Konfigurasi Wireless Sebagai WDS
a) Konfigurasi AP
1. Sebelumnya, buat interface bridge untuk bridging dari masing-masing wireless.(AP dan Stasion-WDS).lihat gambar dibawah ini.

Setting bridge seperti gambar dibawah ini.

1. Berikan ip address pada masing-masing interface bridge1 dan ether1.
- IP Address = 10.1.3.1/24 Interface = bridge1

IP Address = 10.1.200.8/24 Interface = ether1

1. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.
Bridge Port wlan1
Bridge Port ether1


1. Kemudian setting wireless pada interface wlan1, setting Mode sebagai ap-bridge, SSID = Mikrotik, frekuensi = 5180.lihat gambar dibawah!

b) Konfigurasi Stasion-WDS
1. Buat interface bridge1

2. Berikan ip address pada masing-masing interface.
- IP Address = 10.1.3.2/24 Interface = bridge1

- IP Address = 10.1.200.10/24 Interface = ether1

3. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.
Bridge Port wlan1
Bridge Port ether1


4. Setting wireless pada interface wlan1, setting mode sebagai stasion-wds, SSID dan frekuensi disamakan dengan konfigurasi AP.Lihat gambar dibawah ini.

5. Kemudian setting WDS-nya.

6. Setting mode WDS-nya = dynamic.
7. Setelah itu masuk ke interface wds kemudian atur master interfacenya sebagai wlan1.

WDS Mode
Interface WDS

8. Konfigurasi Stasion selesai.
c) Pengujian
1. Pengujian bisa dilakukan dengan menggunakan perintah tracert dari client AP dan begitupun sebaliknya.
Test dari client stasion ke client AP
Test dari client AP ke client Stasion


V. KESIMPULAN
Pada saat sekarang router banyak digunakan karena cara kerja yang lebih efisien. Dari praktek ini dapat ditarik perbedaan antara wireless sebagai router dan wireless sebagai WDS. Perbedaannya yaitu, kalau yang di fungsikan sebagai router, client dari AP dapat berkomunikasi ke client stasion melalui dua buah wireless yang saling terkoneksi. Sedangkan yang difungsikan sebagai WDS, menggunakan system bridging, jadi seolah-olah client AP dan client Stasion dapat berkomunikasi secara langsung.
a. Topologi Wireless sebagai Router
b. Topologi Wireless sebagai WDS
Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak aplikasi. Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang erbeda-beda.
Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.
II. ALAT
1. 2 Antenna grid yang masing-masing sudah tersambung ke router board mikrotik menggunakan kabel coaxial
2. Ligthning Protector
3. Ligthning protector Arrester
4. Power Over Ethernet
5. Mounting
6. AC adaptor
7. RJ45 Injector
8. Kabel UTP
III. TOPOLOGI
a. Topologi Wireless sebagai Router
b. Topologi Wireless sebagai WDS
IV. LANGKAH KONFIGURASI & PENGUJIAN
a.Konfigurasi Wireless Sebagai Router
a) Konfigurasi AP
1. Beri ip address pada interface wlan 1 seperti gambar di bawah ini.
IP Address = 10.1.3.1/24
Interface = wlan1
1. Begitu juga pada interface ether1. IP Address = 10.2.200.8/24 Interface = ether1
1. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.
2. Kemudian setting Mode = ap bridge, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface
1. Kemudian buat routing agar dapat terkoneksi ke stasion, seperti gambar dibawah ini.
Untuk melihatnya ketikan perintah print pada ip route, seperti gambar dibawah ini.
b) Konfigurasi Stasion
1. Sama halnya seperti pada AP, beri ip pada interface ether1 dan wlan1 seperti gambar dibawah ini.
- IP Address = 10.1.3.2/24 interface = wlan1
- IP Address = 10.1.200.1/24 interface = ether1
2. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.
3. Kemudian setting Mode = stasion, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface
4. Buat routing dari stasion seperti gambar dibawah ini.
5. Lakukan perintah print pada ip route untuk melihat tampilannya.
c) Pengujian
1. Pengujian dapat dilakukan dengan cara uji koneksi dengan perintah ping dari router AP ke station atau dari stasion ke AP
Ping dari AP ke PC client Stasion
Ping dari pc client AP ke pc client Sta
Ping dari Stasion ke AP & pc client AP
Ping dari pc client stasion ke AP & pc client AP pc client AP
b.Konfigurasi Wireless Sebagai WDS
a) Konfigurasi AP
1. Sebelumnya, buat interface bridge untuk bridging dari masing-masing wireless.(AP dan Stasion-WDS).lihat gambar dibawah ini.
Setting bridge seperti gambar dibawah ini.
1. Berikan ip address pada masing-masing interface bridge1 dan ether1.
- IP Address = 10.1.3.1/24 Interface = bridge1
IP Address = 10.1.200.8/24 Interface = ether1
1. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.
Bridge Port wlan1
Bridge Port ether1
1. Kemudian setting wireless pada interface wlan1, setting Mode sebagai ap-bridge, SSID = Mikrotik, frekuensi = 5180.lihat gambar dibawah!
b) Konfigurasi Stasion-WDS
1. Buat interface bridge1
2. Berikan ip address pada masing-masing interface.
- IP Address = 10.1.3.2/24 Interface = bridge1
- IP Address = 10.1.200.10/24 Interface = ether1
3. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.
Bridge Port wlan1
Bridge Port ether1
4. Setting wireless pada interface wlan1, setting mode sebagai stasion-wds, SSID dan frekuensi disamakan dengan konfigurasi AP.Lihat gambar dibawah ini.
5. Kemudian setting WDS-nya.
6. Setting mode WDS-nya = dynamic.
7. Setelah itu masuk ke interface wds kemudian atur master interfacenya sebagai wlan1.

WDS Mode
Interface WDS
8. Konfigurasi Stasion selesai.
c) Pengujian
1. Pengujian bisa dilakukan dengan menggunakan perintah tracert dari client AP dan begitupun sebaliknya.
Test dari client stasion ke client AP
Test dari client AP ke client Stasion
V. KESIMPULAN
Pada saat sekarang router banyak digunakan karena cara kerja yang lebih efisien. Dari praktek ini dapat ditarik perbedaan antara wireless sebagai router dan wireless sebagai WDS. Perbedaannya yaitu, kalau yang di fungsikan sebagai router, client dari AP dapat berkomunikasi ke client stasion melalui dua buah wireless yang saling terkoneksi. Sedangkan yang difungsikan sebagai WDS, menggunakan system bridging, jadi seolah-olah client AP dan client Stasion dapat berkomunikasi secara langsung.
Pengaturan Jaringan Internet
Penamaan host
Penamaan dalam herarki
Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh "unpar.ac.id", harus mendaftar ke pemegang domain "ac.id".
Hubungan nama dan alamat dalam TCP/IP disimpan dan dikelola oleh server yang menyediakan pelayanan Domain Name Service (DNS). Penterjemahan nama-alamat dapat dilakukan dua arah dan tidak harus sama.
Misalnya:
- IP=10.1.1.12 diberi nama intern-12.unpar.ac.id
- main-router.unpar.ac.id diberi IP=10.1.1.12
- Statis dengan menggunakan file "C:\WINDOWS\HOSTS." (MS-Windows) atau "/etc/hosts" (UNIX, netware), atau
- Dinamis dengan DNS server. Akses ke internet menuntut konfiguras dinamis.
# baris yang diawali dengan tanda # diabaikan # kolom-1 kolom-2 kolom-3 # IP nama-panjang nama-pendek # sebaiknya baris berikut ini ada dan tidak diganti 127.0.0.1 localhost # komputer yang sering dihubungi 10.210.1.2 home.unpar.ac.id home 10.210.1.1 proxy.unpar.ac.id proxy 167.205.206.59 www.gema.or.id gema # isian berikut ini pasti salah 10.1.1.267 ngeledek.unpar.ac.id ngeledek 127.0.0.1 mycomputer.mydomain mycomputer |
Utilitas UNIX: nslookup
Mencari alamat IP dari main-router.unpar.ac.id dan nama dari IP-nya. Setelah selesai, gunakan ^D atau exit.
[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup Default Server: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 > main-router.unpar.ac.id Server: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 Name: main-router.unpar.ac.id Addresses: 10.1.3.1, 10.100.100.10, 10.210.1.7 > 10.1.3.1 Server: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 Name: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 > ngawur.unpar.ac.id Server: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 *** dhcps.unpar.ac.id can't find ngawur.unpar.ac.id: Non-existent host/domain > |
Mencari alamat IP dari main-router menggunakan dig.
[gatut@bsd02 gatut]$ dig main-router.unpar.ac.id ;<<>> DiG 8.2 <<>> main-router.unpar.ac.id ;; res options: init recurs defnam dnsrch ;; got answer: ;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 6 ;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 7 ;; QUERY SECTION: ;; main-router.unpar.ac.id, type = A, class = IN ;; ANSWER SECTION: main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1 ;; AUTHORITY SECTION: unpar.ac.id. 1H IN NS home.unpar.ac.id. unpar.ac.id. 1H IN NS student.unpar.ac.id. unpar.ac.id. 1H IN NS main-router.unpar.ac.id. ;; ADDITIONAL SECTION: home.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.60 home.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.2 student.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.58 student.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.3 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1 ;; Total query time: 20 msec ;; FROM: bsd02.unpar.ac.id to SERVER: default -- 10.1.3.1 ;; WHEN: Wed Jun 16 16:49:11 1999 ;; MSG SIZE sent: 41 rcvd: 267 [gatut@bsd02 gatut] |
- Alamat main-router ada 3 buah, yaitu 10.100.100.10, 10.210.1.7, dan 10.1.3.1. Tampak dari jenis record alamat (IN A).
- Nama host untuk IP 10.1.3.1 adalah dhcps.unpar.ac.id
- Pemegang domain unpar.ac.id ada di 3 server, yaitu: home.unpar.ac.id, student.unpar.ac.id, dan main-router.unpar.ac.id
- Masing-masing alamat server tersebut dapat dilihat di "ADDITIONAL SECTION".
Menelusuri pendelegasian domain dari pusatnya.
Setiap DNS server dapat mengaku memegang kendali atas sejumlah domain. Apabila ada keraguan tentang kepemilikan domain, harus ditelusuri dari pusat pengendali. Jenis record yang diteliti adalah "SOA" (Start Of Authority) dan diminta domain "root" (titik).[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
Default Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
> set type=soa
> .
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Non-authoritative answer:
(root)
origin = A.ROOT-SERVERS.NET
mail addr = hostmaster.INTERNIC.NET
serial = 1999061500
refresh = 1800 (30M)
retry = 900 (15M)
expire = 604800 (1W)
minimum ttl = 86400 (1D)
Authoritative answers can be found from:
(root) nameserver = D.ROOT-SERVERS.NET
(root) nameserver = C.ROOT-SERVERS.NET
D.ROOT-SERVERS.NET internet address = 128.8.10.90
C.ROOT-SERVERS.NET internet address = 192.33.4.12
[ sebagian output dipotong untuk menghemat halaman]
>
|
> id. Server: dhcps.unpar.ac.id Address: 10.1.3.1 Non-authoritative answer: id origin = ns1.id mail addr = hostmaster.idnic.net.id serial = 1999061605 refresh = 28800 (8H) retry = 10800 (3H) expire = 604800 (1W) minimum ttl = 172800 (2D) > server hostmaster.idnic.net.id > ac.id. |
A | Adress | alamat |
CNAME | Canonical Name (Alias) | Nama lain |
HINFO | Host Info, CPU, OS | Keterangan tentang host, biasanya tentang CPU dan OS |
MX | Mail eXchange | mail server yang dapat digunakan apabila host tidak dapat dihubungi. Biasanya ada beberapa server dengan urutan prioritas. |
NS | Name Server | Server yang melayani permintaan data domain ybs |
PTR | Pointer | Nama host atas alamat IP atau penunjuk menuju informasi lain |
SOA | Start Of Authority | Informasi pemilik otoritas domain |
WKS | Well Known Service | Penyedia layanan |
Mengkonfigurasi komputer secara terpusat.
BOOTP
Ketika workstation dihidupkan dan "boot from network", workstation meminta kepada sembarang host yang mau memberikan "program boot".Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
Penentuan alamat IP dan konfigurasi secara otomatis. Pada saat komputer client dihidupkan, client mengirimkan permintaan "siapa aku" ke jaringan menggunakan alamat broadcast. DHCP server akan memberikan jawaban sesuai dengan alamat NIC dan ketersediaan konfigurasi mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan sebagainya. Penggunaan IP dan konfigurasinya memiliki masa pakai (sewa?). Bila masa sewa habis, maka client meminta apakah bisa meneruskan sewa atau menggunakan konfigurasi yang baru. Jika komputer client berpindah ke subnet lain, alamat IP tersebut akan diambil kembali oleh server untuk digunakan oleh komputer lain.Windows Internet Name Service (WINS)
Penterjemahan alamat-nama (dan sebaliknya) untuk NetBIOS (MS-Windows dan DOS).Peta Jaringan UNPAR
Peta fisik (yang disederhanakan) jaringan UNPAR seperti dapat dilihat dalam diagram yang direferensikan, terbagi menjadi 2 kelompok:- Akademik-net, mencakup laboratorium komputer di fakultas, warnet, UKM, dsb.
- Administrsi-net, pada saat ini hanya terdiri dari satu subnet besar menghubungkan semua unit/biro/fakultas.
Jaringan administrasi (home, BAPSI) protocol yang digunakan:
- TCP/IP untuk kebutuhan akses internet (intranet menyusul)
- IPX/SPX untuk remote boot dan pengolahan data SIM dengan Novell Netware yang ada di BAPSI
- NetBEUI untuk sharing printer di berbagai unit/biro/fakultas.
Kecepatan transfer dalam jaringan administrasi sudah pada tingkat jenuh. Diameter jaringan sangat besar (jauh), jumlah hub maksimal. Setiap gangguan kecil dalam jaringan menyebabkan penambahan yang berarti bagi beban jaringan.
Kendala yang harus dipertimbangkan untuk pembagian jaringan:
- NetBEUI lintas unit atau ruangan masih belum banyak digunakan. Apabila sudah diperlukan dapat digunakan WINS atau diatasi sementara dengan setting lokal (statis).
- Pemisahan subnet akan menambah delay (memperlambat) akses ke jaringan UNPAR-intranet bagi subnet tsb.
- Karena sebagian komunikasi menggunakan protocol IPX, perlu router yang me-route IPX. Bila hardware router harganya dirasa cukup mahal dapat diganti dengan PC-router berbasis (Netware, Windows-NT, Linux). Kerugian PC-router: apabila komputer mati mendadak, kemungkinan terjadi kerusakan pada program.
- Remote-boot yang terintegrasi dalam workstation menggunakan protocol IPX (Netware). Perlu bootp-relay di setiap server. Penulis belum berhasil menjalankan BOOTP server untuk protocol IPX di server non-netware.
Contoh Disain Jaringan Internet
Akses Internet semakin dibutuhkan banyak pihak, baik untuk kantor, warnet, game online, sekolah, kampus dan dirumah. berikut adalah contoh umum yang digunakan merancang jaringan komputer berbasis TCP/IP.
Contoh 1.
Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN) / Leased line
Implementasi untuk:
- SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
- Kantor Cabang
- Sekolah
- Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
- Browsing Internet
- Chatting
- Download / Upload
- VoIP = Voice Over Internet Protocol
- Game online
Keterangan:
- Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dpt menggunakan teknik Port Forwarding.
<!–[if !vml]–> 

Gambar 1. Jaringan Internet Sederhana menggunakan WLAN
Contoh 2.
Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN)
Implementasi untuk:
- SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
- Kantor Cabang
- Sekolah
- Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
- Browsing Internet
- Chatting
- Download / Upload
- VoIP = Voice Over Internet Protocol
- Game online
Keterangan:
- Terdapat DMZ = De Military Zone untuk sistem keamanan Server
- Dapat menambahkan 1 Server yang dapat diakses dari Internet
- Membutuhkan 4 IP Public = 1 IP Public untuk server yang dpt diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sbg gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
<!–[if !vml]–><!–[endif]–>
Gambar 2. Jaringan Internet dengan DMZ menggunakan WLAN
Contoh 3.
Akses Internet melalui:
Wireless LAN (WLAN)
Implementasi untuk:
- Perusahaan menengah
- Kantor Pusat
- Kampus
Aplikasi untuk:
- Browsing Internet
- Chatting
- Download / Upload
- VoIP = Voice Over Internet Protocol
- Application Server
Keterangan:
- Memerlukan alokasi /29 dengan 8 IP Public = 5 IP Public untuk server yang dapat diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sebagai gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
- Memiliki Netname sendiri yang dapat di whois dari Internet.
- Membutuhkan Network/System Administrator.
<!–[if !vml]–>

Gambar 3. Jaringan Internet dengan alokasi /29 menggunakan WLAN
Contoh 4.
Akses Internet melalui:
ADSL
Implementasi untuk:
- SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
- Kantor Cabang
- Sekolah
- Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
- Browsing Internet
- Chatting
- Download / Upload
- VoIP = Voice Over Internet Protocol
- Game online
Keterangan:
- Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
<!–[if !vml]–><!–[endif]–>
Gambar 4.Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL menggunakan modem eksternal
Contoh 5.
Akses Internet melalui:
ADSL
Implementasi untuk:
- SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
- Kantor Cabang
- Sekolah
- Warung Internet atau Game Online
Aplikasi untuk:
- Browsing Internet
- Chatting
- Download / Upload
- VoIP = Voice Over Internet Protocol
- Game online
Keterangan:
- Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
<!–[if !vml]–>

Gambar 5.
Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL
menggunakan modem internal/USB
Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL
menggunakan modem internal/USB
Langganan:
Postingan (Atom)