Kamis, 14 Oktober 2010

Jenis Virus Komputer


\_   _____/\_   ___ \ /   |   \\_____  \  
  |    __)_ /    \  \//    ~    \/   |   \ 
  |        \\     \___\    Y    /    |    \
 /_______  / \______  /\___|_  /\_______  /
         \/         \/       \/         \/ 


         .OR.ID
ECHO-ZINE RELEASE
       04

Author: y3dips || y3dips@echo.or.id || y3d1ps@telkom.net
Online @ www.echo.or.id :: http://ezine.echo.or.id

== VIRUS Komputer  ==


PENGANTAR
   
Saat Ini, pastilah kita semua selaku konsumen/pengguna jasa komputer dan 
jaringan ( internet ) sudah sangat sering mendengar istilah ‘virus’ yang 
terkadang meresahkan kita. Tulisan ini akan mengupas lebih jauh mengenai 
virus, yang nantinya diharapkan dapat membuat  kita  semua  mengerti dan
memahami tentang virus.

A.ASAL MUASAL VIRUS

1949, John Von Neuman, menggungkapkan   " teori self altering automata " 
yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.

1960, lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T)  mencoba-coba  teori 
yang diungkapkan oleh john v neuman, mereka bermain-main   dengan  teori 
tersebut untuk suatu jenis permainan/game. Para  ahli  tersebut  membuat  
program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat  menghancurkan program 
buatan lawan.Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program 
lain,   maka akan dianggap sebagai   pemenangnya. Permainan ini akhirnya  
menjadi permainan   favorit ditiap-tiap lab komputer.semakin lama mereka 
pun sadar dan mulai mewaspadai permainan ini dikarenakan   program  yang 
diciptakan makin lama    makin    berbahaya,  sehingga  mereka melakukan 
pengawasan dan pengamanan yang ketat.

1980,  program tersebut  yang  akhirnya  dikenal dengan nama "virus" ini 
berhasil menyebar diluar lingkungan  laboratorium, dan mulai beredar  di 
dunia cyber.

1980, mulailah dikenal virus-virus yang menyebar di dunia cyber.

B.PENGERTIAN VIRUS

" A program that can infect other  programs by modifying them to  include 
a slighty altered copy of itself.A virus  can spread throughout a computer 
system or network using the authorization   of every   user using it to 
infect their programs. Every  programs that gets infected can also act as 
a virus that infection grows “ 
( Fred Cohen )

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di 
Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa 
persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi 
memiliki perbedaan yang mendasar dengan   program-program   lainnya,yaitu 
virus   dibuat   untuk  menulari  program-program  lainnya,     mengubah, 
memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu  dicatat  disini, 
virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program  yang telah   
terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan 
ini tidak akan bahas worm karena  nanti  akan   mengalihkan   kita   dari 
pembahasan mengenai virus ini.

C.KRITERIA VIRUS

Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar  benar 
virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :

   1. Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
   2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
   3. Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
   4. Kemampuannya melakukan manipulasi 
   5. Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap
-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.

1.Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam 
suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa 
saja yang akan dia tulari,semisal virus makro yang akan menginfeksi semua 
file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan 
mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/
data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa 
ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi 
atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan 
pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ) , sehingga apabila 
komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program 
bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .

2.Kemampuan memeriksa suat program

Suatu virus juga harus bias untuk  memeriksa  suatu  program  yang akan 
ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia 
harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum, 
karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2  kali. Ini sangat 
berguna untuk meningkatkan kemampuan  suatu virus dalam hal  kecepatan 
menginfeksi suatu file/program.Yang  umum dilakukan oleh virus  adalah 
memiliki/ memberi   tanda  pada  file/program  yang  telah   terinfeksi 
sehingga  mudah untuk dikenali  oleh  virus tersebut . Contoh penandaan 
adalah misalnya memberikan suatu byte  yang    unik  disetiap file yang 
telah terinfeksi.

3.Kemampuan untuk menggandakan diri

Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus. 
Inti dari  virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari 
program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon   korbannya 
(baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, 
jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari 
dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/   file tersebut,dan 
seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program 
yang diinfeksi.   Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk 
menulari/ menggandakan dirinya adalah:

a.File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian 
diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus 
tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
b.Program virus yang sudah di   eksekusi/load ke memori  akan langsung 
menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program 
yang ada.

4.Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan  dijalankan setelah virus 
menulari   suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat  beragam 
mulai dari yang teringan  sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan  
untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya!  Rutin ini 
memanfaatkan kemampuan dari  suatu  sistem operasi (Operating System) , 
sehingga  memiliki   kemampuan   yang sama dengan  yang dimiliki sistem 
operasi. misal: 

a.Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari 
  drive di pc
c.Memanipulasi program/file yang ditulari
d.Merusak program/file
e.Mengacaukan kerja printer , dsb

5.Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua 
pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.
langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

-Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan  
 program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
-Program virus diletakkan pada Boot Record  atau   track yang jarang 
 diperhatikan oleh komputer itu sendiri
-Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak 
 berubah  ukurannya
-Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file
-dll


D.SIKLUS HIDUP VIRUS

Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

o Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi 
tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya 
program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini

o Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau 
ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap 
program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut 
(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)

o Trigerring phase ( Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa 
kondisi seperti pada Dormant phase 

o Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. 
Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb


E.JENIS – JENIS VIRUS

Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Aku akan coba  
memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran 
di dunia cyber.

1.Virus Makro
Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis 
dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa 
pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila 
aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada 
komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada 
komputer bersistem operasi Mac.
contoh virus:

-variant W97M, misal W97M.Panther 
 panjang 1234 bytes,
 akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
-WM.Twno.A;TW 
 panjang 41984 bytes, 
 akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya 
 berekstensi *.DOT dan *.DOC
-dll

2.Virus Boot Sector
Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakan 
dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program 
booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori 
dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar
(ex::monitor, printer dsb)  dan dari memori ini pula virus akan menyebar 
eseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain 
selain drive c).
contoh virus :

-varian virus wyx 
 ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ; 
 panjang :520 bytes;   
 karakteristik :   memory resident dan terenkripsi)
-varian V-sign : 
 menginfeksi : Master boot record ;  
 panjang 520 bytes; 
 karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)
-Stoned.june   4th/ bloody!:    
 menginfeksi :  Master boot  record dan floopy; 
 panjang  520 bytes;    
 karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan 
 pesan"Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali

3.Stealth Virus 
Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal  
dengan "Interrupt interceptor"  .   virus ini berkemampuan untuk mengendalikan 
instruksi instruksi level DOS dan  biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya 
baik secara penuh ataupun ukurannya .
contoh virus:
-Yankee.XPEH.4928,    
 menginfeksi file *.COM dan *.EXE ;    
 panjang 4298 bytes; 
 karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu
-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun  karena  masuk kategri stealth 
 dimasukkan pula disini),   menginfeksi floopy an motherboot record;   
 panjang 520 bytes;
 menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
-Vmem(s): 
 menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;  
 panjang fie 3275 bytes; 
 karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.
-dll

4.Polymorphic Virus
Virus ini Dirancang buat mengecoh  program antivirus,artinya virus ini selalu 
berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah 
strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.

contoh virus:

-Necropolis A/B,   
 menginfeksi file *.EXE dan *.COM;  
 panjang  file 1963  bytes; 
 karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan 
 dapat berubah ubah struktur
-Nightfall,   
 menginfeksi file *.EXE;   
 panjang file 4554 bytes;  
 karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu, 
 terenkripsidan dapat berubah-ubah struktur
-dll


5.Virus File/Program   
Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, 
baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi 
dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.


6.Multi Partition Virus
Virus ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya
pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-
file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.



F.BEBERAPA CARA PENYEBARAN VIRUS

Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar,virus 
computer dapat menyebar keberbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai 
cara, diantaranya:

1.Disket, media storage R/W 
Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk 
dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya. 
Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk 
ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2.Jaringan ( LAN, WAN,dsb)
Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu 
virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file/program 
yang mengandung virus.

3.WWW (internet)
Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu ‘virus’ yang akan 
menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4.Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan
Banyak sekali virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang di 
sebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah 
tertanam virus didalamnya.

5.Attachment pada Email, transferring file
Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment 
dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk 
berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan 
seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.


G.PENANGULANGANNYA

1.Langkah-Langkah untuk Pencegahan
Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :
o Gunakan Antivirus yang anda percayai dengan updatean terbaru, tdak 
  perduli appun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect
o Selalu men-scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan, 
  mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus anda 
  bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.
o Jika Anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan 
  Antivirus anda dengan Firewall, Anti spamming, dsb

2.Langkah-Lagkah Apabila telah Terinfeksi

o Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket, 
  jaringan, email dsb, jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda 
  mengisolasi computer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable 
  dari control panel)
o Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda,
  dengan cara:
  - Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb
  - Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat Autoprotect berjalan 
    berarti vius definition di computer anda tidak memiliki data virus ini, 
    cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk 
    anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdatenya 
    maka ,upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus 
    updatean terbaru.
o Bersihkan, setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan 
  segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs
  -situs yang memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus 
  update-an terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.
o Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat 
  ulang komputer anda .

PENUTUP

Semoga pembahasan mengenai Virus ini dapat memberikan manfaat khususnya 
bagi penulis yang sedang belajar dan bagi kita semua umumnya, Tulisan 
ini ditujukan untuk pembelajaran semata sehingga sangat diharapkan kritik 
dan sarannya. Apabila banyak kekurangan pada tulisan ini harap dimaklumi. 

 REFERENSI

 1.[ Stallings, William ],“CRYPTOGRAPHY AND NETWORK SECURITY,principle 
     and practice: second edition ” ,Prentice-Hall,Inc., New Jersey ,1999
 2.[ Salim, IR.Hartojo ],“Virus Komputer, teknik pembuatan & langkah-
     langkah penaggulangannya ,Andi OFFSET,Yogyakarta , 1989.
 3.[ Amperiyanto, Tri ],“Bermain-main dengan Virus Macro”,Elex Media 
      Komputindo, Jakarta,2002
 4.[ Jayakumar ], “ Viruspaperw.pdf ”, EBOOK version 
 5.[ y3dips ],“pernak pernik Virus”,http://ezine.echo.or.id,Jakarta,2003
 6.“ Virus Definition dari salah satu Antivirus ”




*greetz to: 
 [echostaff a.k.a moby, the_day, comex ,z3r0byt3 ,netrat] && puji*
        anak anak newbie_hacker,$peci@l temen2 seperjuangan 
 
 kirimkan kritik && saran ke y3dips[at]echo.or.id
3 comments ]
Tahun 2009 belum abis, tapi sudah banyak software antivirus 2010. Toptenreviews.com pun dengan rajinnya melakukan benchmarking tiap - tiap produk dan mengklasifikasikannya ke dalam peringkat. Berikut peringkatnya:

Peringkat 1 : BitDefender Antivirus (www.bitdefender.com)star

Peringkat 2 : Kaspersky Anti-Virus (www.kaspersky.com)peace

Peringkat 3 : Webroot Antivirus with Spysweeper (www.webroot.com)

Peringkat 4 : ESET Nod32 (www.eset.com)

Peringkat 5 : F-Secure Anti-Virus (www.f-secure.com)

Peringkat 6 : AVG Anti-Virus (www.avg.com)

Peringkat 7 : McAfee VirusScan (www.mcafee.com)

Peringkat 8 : G DATA Antivirus (www.gdatasoftware.com)

Peringkat 9 : Norton AntiVirus (www.symantec.com)

Peringkat 10: Trend Micro (www.trendmicro.com)

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi www.toptenreviews.com

Konfigurasi Wireless di Mikrotik sbg Router & Wds

I. PENDAHULUAN

a. Topologi Wireless sebagai Router

b. Topologi Wireless sebagai WDS


Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak aplikasi. Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang erbeda-beda.

Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.


II. ALAT

1. 2 Antenna grid yang masing-masing sudah tersambung ke router board mikrotik menggunakan kabel coaxial

2. Ligthning Protector

3. Ligthning protector Arrester

4. Power Over Ethernet

5. Mounting

6. AC adaptor

7. RJ45 Injector

8. Kabel UTP

III. TOPOLOGI

a. Topologi Wireless sebagai Router



b. Topologi Wireless sebagai WDS




IV. LANGKAH KONFIGURASI & PENGUJIAN

a.Konfigurasi Wireless Sebagai Router

a) Konfigurasi AP

1. Beri ip address pada interface wlan 1 seperti gambar di bawah ini.

IP Address = 10.1.3.1/24

Interface = wlan1



1. Begitu juga pada interface ether1. IP Address = 10.2.200.8/24 Interface = ether1



1. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.
2. Kemudian setting Mode = ap bridge, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface , seperti gambar dibawah ini.



1. Kemudian buat routing agar dapat terkoneksi ke stasion, seperti gambar dibawah ini.



Untuk melihatnya ketikan perintah print pada ip route, seperti gambar dibawah ini.



b) Konfigurasi Stasion

1. Sama halnya seperti pada AP, beri ip pada interface ether1 dan wlan1 seperti gambar dibawah ini.

- IP Address = 10.1.3.2/24 interface = wlan1



- IP Address = 10.1.200.1/24 interface = ether1



2. Setelah selesai mengatur ip maka langkah selanjutnya adalah kita masuk ke table wireless lalu enabelkan wlan1 pada tab interface.

3. Kemudian setting Mode = stasion, SSID = Mikrotik, Frequensi = 5180 pada tab wireless di Interface , (SSID dan frekuensi harus sama dengan AP) seperti gambar dibawah ini.



4. Buat routing dari stasion seperti gambar dibawah ini.



5. Lakukan perintah print pada ip route untuk melihat tampilannya.



c) Pengujian

1. Pengujian dapat dilakukan dengan cara uji koneksi dengan perintah ping dari router AP ke station atau dari stasion ke AP



Ping dari AP ke PC client Stasion

Ping dari pc client AP ke pc client Sta




Ping dari Stasion ke AP & pc client AP

Ping dari pc client stasion ke AP & pc client AP pc client AP








b.Konfigurasi Wireless Sebagai WDS

a) Konfigurasi AP

1. Sebelumnya, buat interface bridge untuk bridging dari masing-masing wireless.(AP dan Stasion-WDS).lihat gambar dibawah ini.



Setting bridge seperti gambar dibawah ini.



1. Berikan ip address pada masing-masing interface bridge1 dan ether1.

- IP Address = 10.1.3.1/24 Interface = bridge1



IP Address = 10.1.200.8/24 Interface = ether1



1. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.

Bridge Port wlan1

Bridge Port ether1






1. Kemudian setting wireless pada interface wlan1, setting Mode sebagai ap-bridge, SSID = Mikrotik, frekuensi = 5180.lihat gambar dibawah!



b) Konfigurasi Stasion-WDS

1. Buat interface bridge1



2. Berikan ip address pada masing-masing interface.

- IP Address = 10.1.3.2/24 Interface = bridge1



- IP Address = 10.1.200.10/24 Interface = ether1



3. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian atur interfacenya untuk bridging, seperti gambar dibawah ini.

Bridge Port wlan1

Bridge Port ether1





4. Setting wireless pada interface wlan1, setting mode sebagai stasion-wds, SSID dan frekuensi disamakan dengan konfigurasi AP.Lihat gambar dibawah ini.



5. Kemudian setting WDS-nya.



6. Setting mode WDS-nya = dynamic.

7. Setelah itu masuk ke interface wds kemudian atur master interfacenya sebagai wlan1.



WDS Mode

Interface WDS



8. Konfigurasi Stasion selesai.


c) Pengujian

1. Pengujian bisa dilakukan dengan menggunakan perintah tracert dari client AP dan begitupun sebaliknya.

Test dari client stasion ke client AP

Test dari client AP ke client Stasion 





V. KESIMPULAN

Pada saat sekarang router banyak digunakan karena cara kerja yang lebih efisien. Dari praktek ini dapat ditarik perbedaan antara wireless sebagai router dan wireless sebagai WDS. Perbedaannya yaitu, kalau yang di fungsikan sebagai router, client dari AP dapat berkomunikasi ke client stasion melalui dua buah wireless yang saling terkoneksi. Sedangkan yang difungsikan sebagai WDS, menggunakan system bridging, jadi seolah-olah client AP dan client Stasion dapat berkomunikasi secara langsung.

Pengaturan Jaringan Internet

Penamaan host

Penamaan dalam herarki
penamaan-ip.bmp (28286 bytes)
Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh "unpar.ac.id", harus mendaftar ke pemegang domain "ac.id".
Hubungan nama dan alamat dalam TCP/IP disimpan dan dikelola oleh server yang menyediakan pelayanan Domain Name Service (DNS). Penterjemahan nama-alamat dapat dilakukan dua arah dan tidak harus sama.
Misalnya:
  • IP=10.1.1.12 diberi nama intern-12.unpar.ac.id
  • main-router.unpar.ac.id diberi IP=10.1.1.12
Penterjemahan nama ke IP dan sebaliknya dapat dilakukan secara:
  1. Statis dengan menggunakan file "C:\WINDOWS\HOSTS." (MS-Windows) atau "/etc/hosts" (UNIX, netware), atau
  2. Dinamis dengan DNS server. Akses ke internet menuntut konfiguras dinamis.
Contoh file HOSTS
# baris yang diawali dengan tanda # diabaikan
# kolom-1       kolom-2          kolom-3
# IP            nama-panjang     nama-pendek

# sebaiknya baris berikut ini ada dan tidak diganti
127.0.0.1       localhost

# komputer yang sering dihubungi
10.210.1.2      home.unpar.ac.id        home
10.210.1.1      proxy.unpar.ac.id       proxy
167.205.206.59  www.gema.or.id          gema

# isian berikut ini pasti salah
10.1.1.267  ngeledek.unpar.ac.id    ngeledek

127.0.0.1   mycomputer.mydomain mycomputer
Konfigurasi DNS untuk UNIX ada di file /etc/resolv.conf
Utilitas UNIX: nslookup
Mencari alamat IP dari main-router.unpar.ac.id dan nama dari IP-nya. Setelah selesai, gunakan ^D atau exit.
[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
Default Server:  dhcps.unpar.ac.id 
Address: 10.1.3.1

> main-router.unpar.ac.id
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1 
Name: main-router.unpar.ac.id
Addresses: 10.1.3.1, 10.100.100.10, 10.210.1.7

> 10.1.3.1
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Name: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1

> ngawur.unpar.ac.id
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
*** dhcps.unpar.ac.id can't find ngawur.unpar.ac.id:
Non-existent host/domain

>
Utilitas UNIX: dig
Mencari alamat IP dari main-router menggunakan dig.

[gatut@bsd02 gatut]$ dig main-router.unpar.ac.id
;<<>> DiG 8.2 <<>> main-router.unpar.ac.id
;; res options: init recurs defnam dnsrch
;; got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 6
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 7
;; QUERY SECTION:
;; main-router.unpar.ac.id, type = A, class = IN

;; ANSWER SECTION:
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.100.100.10
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.210.1.7
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.1.3.1

;; AUTHORITY SECTION:
unpar.ac.id.  1H IN NS home.unpar.ac.id.
unpar.ac.id.  1H IN NS student.unpar.ac.id.
unpar.ac.id.  1H IN NS main-router.unpar.ac.id.

;; ADDITIONAL SECTION:
home.unpar.ac.id. 1H IN A  167.205.206.60
home.unpar.ac.id. 1H IN A  10.210.1.2
student.unpar.ac.id. 1H IN A  167.205.206.58
student.unpar.ac.id. 1H IN A  10.210.1.3
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.100.100.10
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.210.1.7
main-router.unpar.ac.id.  1H IN A  10.1.3.1
;; Total query time: 20 msec
;; FROM: bsd02.unpar.ac.id to SERVER: default -- 10.1.3.1

;; WHEN: Wed Jun 16 16:49:11 1999
;; MSG SIZE  sent: 41  rcvd: 267
[gatut@bsd02 gatut]
Keterangan:
  • Alamat main-router ada 3 buah, yaitu 10.100.100.10, 10.210.1.7, dan 10.1.3.1. Tampak dari jenis record alamat (IN A).
  • Nama host untuk IP 10.1.3.1 adalah dhcps.unpar.ac.id
  • Pemegang domain unpar.ac.id ada di 3 server, yaitu: home.unpar.ac.id, student.unpar.ac.id, dan main-router.unpar.ac.id
  • Masing-masing alamat server tersebut dapat dilihat di "ADDITIONAL SECTION".

Menelusuri pendelegasian domain dari pusatnya.

Setiap DNS server dapat mengaku memegang kendali atas sejumlah domain. Apabila ada keraguan tentang kepemilikan domain, harus ditelusuri dari pusat pengendali.  Jenis record yang diteliti adalah "SOA" (Start Of Authority) dan diminta domain "root" (titik).

[gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
Default Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
> set type=soa
> .
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address: 10.1.3.1
Non-authoritative answer:
        (root)
        origin = A.ROOT-SERVERS.NET
        mail addr = hostmaster.INTERNIC.NET
        serial = 1999061500
        refresh = 1800 (30M)
        retry   = 900 (15M)
        expire  = 604800 (1W)
        minimum ttl = 86400 (1D)

Authoritative answers can be found from:
(root) nameserver = D.ROOT-SERVERS.NET
(root) nameserver = C.ROOT-SERVERS.NET
D.ROOT-SERVERS.NET internet address = 128.8.10.90
C.ROOT-SERVERS.NET internet address = 192.33.4.12
[ sebagian output dipotong untuk menghemat halaman]
>
Subdomain berikutnya, misalkan "id." dipegang oleh "ns1.id" bersama sejumlah server pendukung.
> id.
Server: dhcps.unpar.ac.id
Address:  10.1.3.1

Non-authoritative answer:
id
 origin = ns1.id
 mail addr = hostmaster.idnic.net.id
 serial = 1999061605
 refresh = 28800 (8H)
 retry   = 10800 (3H)
 expire  = 604800 (1W)
 minimum ttl = 172800 (2D)
> server hostmaster.idnic.net.id
> ac.id.
nslookup berfungsi untuk menelusuri data berdasarkan jenis record. Beberapa jenis record:
AAdressalamat
CNAMECanonical Name (Alias)Nama lain
HINFOHost Info, CPU, OSKeterangan tentang host, biasanya tentang CPU dan OS
MXMail eXchangemail server yang dapat digunakan apabila host tidak dapat dihubungi. Biasanya ada beberapa server dengan urutan prioritas.
NSName ServerServer yang melayani permintaan data domain ybs
PTRPointerNama host atas alamat IP atau penunjuk menuju informasi lain
SOAStart Of AuthorityInformasi pemilik otoritas domain
WKSWell Known ServicePenyedia layanan
Jenis lainnya dapat dilihat di manual (man nslookup).

Mengkonfigurasi komputer secara terpusat.

BOOTP

Ketika workstation dihidupkan dan "boot from network", workstation meminta kepada sembarang host yang mau memberikan "program boot".

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Penentuan alamat IP dan konfigurasi secara otomatis. Pada saat komputer client dihidupkan, client mengirimkan permintaan "siapa aku" ke jaringan menggunakan alamat broadcast. DHCP server akan memberikan jawaban sesuai dengan alamat NIC dan ketersediaan konfigurasi mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan sebagainya. Penggunaan IP dan konfigurasinya memiliki masa pakai (sewa?). Bila masa sewa habis, maka client meminta apakah bisa meneruskan sewa atau menggunakan konfigurasi yang baru. Jika komputer client berpindah ke subnet lain, alamat IP tersebut akan diambil kembali oleh server untuk digunakan oleh komputer lain.

Windows Internet Name Service (WINS)

Penterjemahan alamat-nama (dan sebaliknya) untuk NetBIOS (MS-Windows dan DOS).

  • Pemetaan alamat dan nama secara dinamis: Setiap kali client WINS dihidupkan, client mendaftarkan (registration) namanya ke server. Ketika client WINS dimatikan, client memberitahu server untuk melepas (release) namanya. Dengan demikian client dapat berpindah subnet dan IP dengan mudah dan tetap dalam pemantauan server. Apabila dalam jangka waktu tertentu client tidak memperbaharui statusnya (renewal), client dianggap memutuskan diri dari jaringan (crash, gagal-daya, dsb).

  • Menampilkan daftar komputer: Dengan WINS semua clients (Windows NT, Windows 95, Windows for Workgroups, LAN Manager 2.x, dan MS-DOS menggunakan Microsoft Network Client 3.0) dapat melihat semua client lainnya baik yang ada di dalam network atau di luar subnet di seberang router.

  • Penurunan kebutuhan broadcast: NetBIOS menggunakan broadcast untuk mempublikasikan keberadaan sebuah komputer ke subnetnya. Apabila jumlah komputer dalam jaringan sangat banyak, maka jaringan semakin terbebani dengan "pengumuman" ini. WINS Server menurunkan keperluan akan broadcast, karena permintaan langsung ditujukan ke server daripada ke broadcast. Broadcast tetap muncul apabila permintaan ke WINS server gagal.

  • Peta Jaringan UNPAR

    Peta fisik (yang disederhanakan) jaringan UNPAR seperti dapat dilihat dalam diagram yang direferensikan, terbagi menjadi 2 kelompok:
    1. Akademik-net, mencakup laboratorium komputer di fakultas, warnet, UKM, dsb.
    2. Administrsi-net, pada saat ini hanya terdiri dari satu subnet besar menghubungkan semua unit/biro/fakultas.
    Jaringan akademik (student), sepenuhnya hanya mendukung protocol TCP/IP. Dengan demikian pembentukan subnet lebih mudah. Kebutuhan protocol lain yang melintasi subnet diserahkan pada pengelola router pemilik subnet sepanjang tidak mengganggu "backbone".
    Jaringan administrasi (home, BAPSI) protocol yang digunakan:
    1. TCP/IP untuk kebutuhan akses internet (intranet menyusul)
    2. IPX/SPX untuk remote boot dan pengolahan data SIM dengan Novell Netware yang ada di BAPSI
    3. NetBEUI untuk sharing printer di berbagai unit/biro/fakultas.
    Atas keragaman protocol, jenis dan jumlah komputer dalam jaringan administrasi, maka perlu persiapan supaya pembagian subnet dapat berjalan dengan lancar.
    Kecepatan transfer dalam jaringan administrasi sudah pada tingkat jenuh. Diameter jaringan sangat besar (jauh), jumlah hub maksimal. Setiap gangguan kecil dalam jaringan menyebabkan penambahan yang berarti bagi beban jaringan.
    Kendala yang harus dipertimbangkan untuk pembagian jaringan:
    1. NetBEUI lintas unit atau ruangan masih belum banyak digunakan. Apabila sudah diperlukan dapat digunakan WINS atau diatasi sementara dengan setting lokal (statis).
    2. Pemisahan subnet akan menambah delay (memperlambat) akses ke jaringan UNPAR-intranet bagi subnet tsb.
    3. Karena sebagian komunikasi menggunakan protocol IPX, perlu router yang me-route IPX. Bila hardware router harganya dirasa cukup mahal dapat diganti dengan PC-router berbasis (Netware, Windows-NT, Linux). Kerugian PC-router: apabila komputer mati mendadak, kemungkinan terjadi kerusakan pada program.
    4. Remote-boot yang terintegrasi dalam workstation menggunakan protocol IPX (Netware). Perlu bootp-relay di setiap server. Penulis belum berhasil menjalankan BOOTP server untuk protocol IPX di server non-netware.

    Contoh Disain Jaringan Internet

    Akses Internet semakin dibutuhkan banyak pihak, baik untuk kantor, warnet, game online, sekolah, kampus dan dirumah. berikut adalah  contoh umum yang  digunakan merancang jaringan komputer berbasis TCP/IP.

    Contoh 1.

    Akses Internet melalui:
    Wireless LAN (WLAN) / Leased line
    Implementasi untuk:
    • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
    • Kantor Cabang
    • Sekolah
    • Warung Internet atau Game Online
    Aplikasi untuk:
    • Browsing Internet
    • Chatting
    • Download / Upload
    • VoIP = Voice Over Internet Protocol
    • Game online
    Keterangan:
    • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dpt menggunakan teknik Port Forwarding.
    <!–[if !vml]–> Image
    Gambar 1. Jaringan Internet Sederhana menggunakan WLAN

    Contoh 2.

    Akses Internet melalui:
    Wireless LAN (WLAN)
    Implementasi untuk:
    • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
    • Kantor Cabang
    • Sekolah
    • Warung Internet atau Game Online
    Aplikasi untuk:
    • Browsing Internet
    • Chatting
    • Download / Upload
    • VoIP = Voice Over Internet Protocol
    • Game online
    Keterangan:
    • Terdapat DMZ = De Military Zone untuk sistem keamanan Server
    • Dapat menambahkan 1 Server yang dapat diakses dari Internet
    • Membutuhkan 4 IP Public = 1 IP Public untuk server yang dpt diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sbg gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
    Image<!–[if !vml]–>
    <!–[endif]–>

    Gambar 2. Jaringan Internet dengan DMZ menggunakan WLAN

    Contoh 3.

    Akses Internet melalui:
    Wireless LAN (WLAN)
    Implementasi untuk:
    • Perusahaan menengah
    • Kantor Pusat
    • Kampus
    Aplikasi untuk:
    • Browsing Internet
    • Chatting
    • Download / Upload
    • VoIP = Voice Over Internet Protocol
    • Application Server
    Keterangan:
    • Memerlukan alokasi /29 dengan 8 IP Public = 5 IP Public untuk server yang dapat diakses langsung dari Internet, 1 IP Public sebagai gateway dari server yang ada, 1 IP Public sebagai Network Address, 1 IP Public sebagai Broadcast Address.
    • Memiliki Netname sendiri yang dapat di whois dari Internet.
    • Membutuhkan Network/System Administrator.
    <!–[if !vml]–>Image
    Gambar 3. Jaringan Internet dengan alokasi /29 menggunakan WLAN

    Contoh 4.

    Akses Internet melalui:
    ADSL
    Implementasi untuk:
    • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
    • Kantor Cabang
    • Sekolah
    • Warung Internet atau Game Online
    Aplikasi untuk:
    • Browsing Internet
    • Chatting
    • Download / Upload
    • VoIP = Voice Over Internet Protocol
    • Game online
    Keterangan:
    • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
    Image<!–[if !vml]–>
    <!–[endif]–>

    Gambar 4.Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL menggunakan modem eksternal

    Contoh 5.

    Akses Internet melalui:
    ADSL
    Implementasi untuk:
    • SOHO = Small Office Home Office atau UKM = Usaha Kecil Menengah
    • Kantor Cabang
    • Sekolah
    • Warung Internet atau Game Online
    Aplikasi untuk:
    • Browsing Internet
    • Chatting
    • Download / Upload
    • VoIP = Voice Over Internet Protocol
    • Game online
    Keterangan:
    • Jika diperlukan adanya server yang dapat diakses dari Internet yang terpisah dengan PC Router dapat menggunakan teknik Port Forwarding, tetapi perlu diketahui teknologi ADSL tidak cocok untuk menempatkan web server di dalam jaringan karena sifatnya yang Asymmetric dimana Downstream biasanya besar tetapi Upstream kecil.
    <!–[if !vml]–>
    Image

    Gambar 5.
    Jaringan Internet Sederhana Menggunakan ADSL
    menggunakan modem internal/USB